Faktor Penyebab Stunting, Rokok jadi Salah Satu Pemicunya


KomnasAnak.com, NASIONAl -
Stunting masih terus menjadi masalah bagi Indonesia. Seorang dokter ahli gizi, Grace Wangge mengatakan stunting akan mempengaruhi masa depan penderitanya.

 

“Dampak besarnya di masyarakat, karena mengalami gagal tuumbuh, termasuk pengurangan perkembangan kognitif dan fisik, di masa depan, akan mengurangi kapasitas produktif, kesehatan yang buruk, dan peningkatan risiko penyakit degeneratif” ujar Grace pada Senin, 28 Juni 2021.

 

Dia mengungkapkan, beragam faktor bisa jadi pemicu stunting. Mulai dari faktor ibu sampai faktor lingkungan masyarakat.

 

“Faktor ibu, anak, praktik menyusui tidak memadai, dan komunitas serta kemasyarakatannya,” kata dia.

 

Ibu dalam kondisi gizi buruk dapat mengakibatkan terjadinya pertumbuhan janin terhambat dan melahirkan anak stunting. Selain gizi buruk, kata Grace, kehamilan remaja juga dapat mengakibatkan sang anak stunting.

 

Faktor anak cenderung disebabkan oleh penyakit yang diderita, seperti infeksi pernapasan atau penyakit lain yang menghambat penyerapan gizi.

 

Kurangnya pemberian ASI turut menjadi pemicu stunting. Banyak ibu belum bisa memberikan ASI secara ekslusif kepada anaknya lantaran bekerja dan tidak tersedianya ruang laktasi.

 

Menurut Grace, stunting di Indonesia amat dipengaruhi oleh orang tua perokok. Kebanyakan orangtua akan lebih memilih membeli rokok ketimbang meningkatkan gizi ibu dan anak.

 

“Ayah dan ibu yang merokok, atau ayah saja yang merokok amat berkorelasi terjadinya stunting,” ujarnya.

 

Ibu yang merokok pun sebenarnya membahayakan janin. Grace mengatakan, ibu yang merokok saat hamil berpotensi mengakibatkan pertumbuhan janin lebih lambat dan membuat bayi lebih pendek sekitar 0,43 cm.

 

“Anak-anak dengan orangtua perokok 5,5 persen berpotensi menjadi stunting dari(pada) orangtua yang tidak merokok,” kata dia.

 

Grace mengatakan, ibu perokok pasif berpotensi mengakibatkan anaknya stunting 10 kali lebih besar daripada ibu yang bukan perokok pasif.

 

“Jika dia perokok pasif, misalnya dalam sehari ia terpapar asap rokok selama tiga jam, berisiko meningkatkan kejadian stunting sepuluh kali lebbih besar dari yang tidak terpapar,” kata Grace.

(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar