Kemen PPPA Ungkap Tantangan Entaskan Perkawinan Anak


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan Kemen PPPA Rohika Sari mengatakan, Indonesia masih mengalami banyak tantangan untuk meniadakan perkawinan anak.

 

Tantangan tersebut antara lain: tidak semua anak memiliki resiliensi tinggi dan adanya perilaku berisiko pada remaja, langgengnya praktik tradisi perkawinan anak di masyarakat, belum optimalnya regulasi, serta belum optimalnya komitmen dan koordinasi layanan pencegahan dan penanganan perkawinan anak.

 

Karena itu, kata Rohika, perlu kerjasama banyak pihak untuk mengatasi persoalan perkawinan anak.

 

“Ayo, seluruh pilar pembangunan bangsa, momentum Hak Anak Nasional (HAN) yang jatuh setiap 23 Juli menjadi tepat bagi kita semua untuk melindungi anak dari perkawinan anak, demi terwujudnya masa depan anak yang lebih baik dan berkualitas,” kata Rohika dalam Media Talk Hari Anak Nasional secara virtual, Jumat (9/7/2021).

 

Sementara itu, perwakilan End Child Prostitution, Child Pornography and Trafficking of Children For Sexual Purposes (ECPAT) Indonesia Rio Hendra mengatakan, perkawinan anak merupakan salah satu bentuk kekerasan dan eksploitasi. Apalagi dalam kondisi pandemi saat ini, jumlah perkawinan anak justru meningkat di banyak daerah.

 

“Beberapa alasan terjadinya perkawinan anak, khususnya anak perempuan, diantaranya alasan ekonomi, dampak belajar secara daring, pergaulan yang tidak semestinya dengan teman sebaya atau orang dewasa, nilai budaya, serta perkawinan yang dilakukan secara terpaksa karena menjadi korban kekerasan seksual,” kata Rio.

 (Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar