Lindungi Anak, Revisi PP Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Zat Adiktif Harus Segera Disahkan


KomnasAnak,com, NASIONAL -
Aliansi Perlindungan Anak untuk Darurat Perokok Anak mendesak Presiden Joko Widodo agar segera mengesahkan revisi PP 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Zat Adiktif untuk melindungi hak anak dari ancaman zat adiktif rokok.

 

Nantinya PP ini akan mengatur pelarangan total iklan promosi rokok, perluasan peringatan kesehatan bergambar pada kemasan dari 40 persen menjadi 90 persen, serta pengaturan rokok elektronik dan rokok dengan pemanasan.

 

Dalam Keppres Nomor 9 Tahun 2018, Presiden Jokowi telah menginstruksikan untuk melindungi anak dari zat adiktif rokok melalui revisi PP 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

 

Namun, proses revisi PP tersebut yang seharusnya dilakukan dalam kurun waktu satu tahun sejak 3 Mei 2018 terus tertunda.

 

Padahal, menurut Aliansi Perlindungan Anak dari Darurat Perokok Anak, banyaknya perokok anak sekarang dikarenakan lemahnya regulasi.

 

Saat ini, sebanyak 3,2 juta anak usia 10-18 tahun menjadi perokok aktif. Bappenas juga memprediksi jumlah perokok anak akan meningkat menjadi 15,7 juta pada 2030 jika tidak ada kebijakan kuat dan komitmen dari seluruh sektor untuk melindungi anak.

 

“Tentunya kita tidak berharap anak-anak ini akan menjadi beban bonus demografi karena adiksi rokok yang mempengaruhi keluarga dan masa depannya,” kata juru bicara Aliansi Perlindungan Anak untuk Darurat Perokok Anak, Azhar Zaini, Kamis (8/7/2021).

 

Azhar menyatakan, pihaknya miris mengetahui banyaknya penolakan dari masyarakat terhadap kebijakan perlindungan anak dari rokok karena dianggap mengganggu penanganan pandemi Covid-19. Padahal beberapa penelitian telah membuktikan epidemi karena rokok justru menambah risiko penularan dan mempercepat kematian.

 

“Kita harus mengambil kesempatan segera untuk melindungi anak dari bahaya dan dampak zat adiktif rokok. Penyelamatan masa depan bangsa harus diletakkan pada prioritas tertinggi dibandingkan kepentingan lainnya. Revisi PP 109/2012 tentang Pengamanan Zat Adiktif menjadi sangat urgen di tengah semakin tingginya prevalensi perokok pemula,” tegas Azhar.

 

Shoim Sahriyati, juru bicara Aliansi Perlindungan Anak untuk Darurat Perokok Anak yang juga Ketua Yayasan KAKAK Solo menegaskan bahwa perokok anak termasuk kategori anak yang membutuhkan perlindungan khusus.

 

Shoim menambahkan, Revisi PP 109/2012 menjadi salah satu kunci melindungi anak agar tidak menjadi perokok pemula. Serta menjadi payung hukum untuk kebijakan di tingkat daerah dalam melindungi anak dari rokok.

 

“Kepentingan terbaik untuk anak harus menjadi prioritas utama pemerintah dengan memberi jaminan hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” kata Shoim.

(Editor: Melina)

Posting Komentar

0 Komentar