PPKM Darurat, Sekolah Jawa-Bali Batal Tatap Muka


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Pemerintah memutuskan menerapkan Permberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa-Bali mulai 3-20 Juli 2021. Hal ini dilakukan karena penyebaran Covid-19 yang semakin tidak terkendali.

 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan sebagai komando pelaksanaan PPKM darurat Jawa-Bali memaparkan isi aturan. Salah satunya adalah kegiatan belajar mengajar jarak jauh.

 

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengatakan pembelajaran tatap muka mulai jenjang anak usia dini hingga perguruan tinggi di Jawa-Bali tidak diberlakukan selama PPKM darurat.

 

“Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali wajib melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau belajar dan mengajar dari rumah sesuai ketentuan PPKM Darurat yang berlaku,” kata Kepala Biro Humas dan Kerjasama Kemendikbud-Ristek, Hendarman, Jumat (2/6/2021).

 

Sementara bagi satuan wilayah selain tujuh provinsi PPKM Darurat diberikan opsi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas setelah memenuhi daftar periksa yang disyaratkan.

 

Hendarman mengatakan, orang tua/wali juga memiliki kewenangan penuh dalam memberikan izin kepada anaknya untuk memilih antara mengikuti PTM terbatas atau PJJ.

 

“Sekolah wajib menyediakan opsi PTM terbatas dan PJJ, serta tidak melakukan diskriminasi kepada peserta didik yang memilih opsi PJJ,” ucap Hendarman.

 

Dia mengatakan, selain tujuh provinsi PPKM Darurat, setiap daerah wajib menerapkan protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas apabila menyelenggarakan PTM terbatas.

 

“Bagi pendidik dan tenaga kependidikan pada seluruh jenjang pendidikan diimbau untuk segera melaksanakan vaksinasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

(Editor: Melina)

Posting Komentar

0 Komentar