Selama Pandemi, Kesehatan Fisik dan Mental Anak Harus Dijaga


KomnasAnak.com, JEPARA -
Situasi pandemi tidak menentu dan sistem pembelajaran daring banyak membuat anak-anak tertekan. Orang tua pun harus menjaga kesehatan mental dan fisik anak-anaknya.

 

Sehubungan dengan itu, Good Doctor bersama TheAsianParent ID mengadakan #GoodTalkSeries bertema Healthy Kids Healthy Family. Pesan utama dari acara ini adalah trik untuk menjaga kesehatan fisik dan mental anak selama pandemi.

 

Head of Medical Management Good Doctor, Dr. Adhiatma Gunawan menjelaskan sebagai mitra resmi Kementerian Kesehatan, pihaknya berkomitmen untuk membantu orang tua mengakses layanan kesehatan untuk anak mereka, terutama seputar Covid-19.

 

Pada akhir Juni, Good Doctor meluncurkan layanan terpadu ‘Covid-19 Care Center’, di mana orang tua bisa berkonsultasi dengan para mitra dokter 14 jam, 7 hari seminggu.

 

Dalam layanan khusus ini, orang tua juga bisa mendaftar program vaksinasi di sentra vaksinasi yang didukung Good Doctor di berbagai lokasi, membeli produk kesehatan, serta memesan tes swab Covid-19 maupun mengakses artikel kesehatan terkini.

 

Dokter spesialis anak mitra Good Doctor, Dr. Natasha Ayu Andamari menuturkan, penularan Covid-19 pada anak umumnya terjadi lewat orang tua. Oleh karena itu, dirinya mengingatkan agar orang tua terus berhati-hati.

 

“Orang tua harus tetap waspada dengan mematuhi prokes dan tidak mengajak anak-anak untuk keluar rumah dulu,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Natasha menjelaskan, saat mendapati anaknya demam dan batuk, orang tua harus waspada dan mencurigai si kecil terpapar Covid-19.

 

“Meskipun gejala pada anak umumnya ringan, namun bagi anak dengan kondisi khusus, misalnya memiliki kondisi medis lainnya, maka sebaiknya segera cek ke dokter,” tambahnya.

 

Jika terdeteksi positif, maka langkah yang dianjurkan adalah isolasi mandiri, orang tua bisa mendampingi anak dengan tetap menggunakan masker dan mematuhi prokes.

 

“Orang tua harus mengenali tanda bahaya saat anak melakukan isoman di rumah dengan segera laporkan atau bawa anak ke IGD jika ada tanda bahaya,” tegasnya.

 

Selain memperhatikan kondisi fisik, masalah psikologis anak juga harus diperhatikan.

 

Psikolog Anak Samantha Elsener mengatakan, saat ini anak-anak Indonesia sedang mengalami masa sulit. Lantaran mereka tak bisa belajar bersama guru dan teman-temannya, bermain, serta bergaul karena ada pembatasan sosial.

 

Kondisi tersebut tentu mempengaruhi kondisi mental anak-anak.

 

“Anak-anak sudah mulai bosan dan jenuh berada di rumah cukup lama. Sementara para orag tua yang selama ini membimbing anak-anaknya dalam belajar juga sudah mengalami titik jenuh. Sebagai pembimbing dan pengasuh utama anak selama pandemi, orang tua perlu menemukan cara-cara agar bisa mengelola rasa stress dan emosinya agar pendidikan dan perkembangan anak tetap optimal,” jelasnya.

 

Untuk mengurangi stress, Samantha menyarankan orang tua melakukan berbagai kegiatan yang fun selama di rumah. Seperti bermain board games, atau mengajak anak membantu pekerjaan rumah.

Posting Komentar

0 Komentar