Data Kemensos: 11.045 Anak Kehilangan Orangtuanya akibat Covid-19

Menteri Tri Rismaharini (foto: Republika)

KomnasAnak.com, JEPARA -
Dalam penyelesaian masalah akibat banyaknya anak yatim piatu akibat orang tua meninggal Covid-19, Kementerian Sosial akan mengedepankan upaya reunifikasi atau pengembalian kepada keluarganya.

 

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, langkah ini diambil agar anak tidak kehilangan hak pengasuhannya. Oleh karena itu, mengembalikan anak ke keluarga besar dan pengasuhan alternatif seperti orangtua asuh, wali, atau adopsi jadi strategi utama negara.

 

“Kemarin kita sudah me-reunifikasi salah seorang anak bernama Vino (10) yang tinggal di Kutai barat, Kalimantan Timur. Dia menjadi yatim piatu karena orangtuanya meninggal terpapar Covid-19. Vino berhasil dijemput oleh kakeknya yang berasal dari Sragen untuk selanjutnya diasuh oleh keluarga besar,” kata Risma, Jumat (6/8/2021).

 

Selain di Kutai Barat, langkah serupa juga sudah dilakukan di Kutai Kartanegara, Samarinda, Sukoharjo, Purwakarta, Bekasi, dan Muna.

 

“Selanjutnya, tidak menutup kemungkinan kami juga akan merespon anak-anak di wilayah lainnya sesuai dengan laporan yang diterima,” ujarnya.

 

Kemensos juga akan memberikan pemenuhan kebutuhan dasar anak seperti bantuan obat, vitamin, tes swab/PCR, vaksinasi, dan kebutuhan dasar anak lainnya, termasuk memberikan konseling kepada anak dan keluarganya.

 

Data yang dihimpun Kementerian Sosial mencatat hingga 20 Juli 2021, tercatat 11.045 anak menjadi yatim, piatu, atau yatim piatu karena ditinggal orangtuanya  yang meninggal akibat Covid-19.

 

“Para pendamping juga telah melaksanakan respons kasus untuk anak-anak tersebut. Respons terhadap anak-anak tersebut dilakukan secapat mungkin dan dalam kesempatan pertama,” kata Risma

Posting Komentar

0 Komentar