Komnas PA Khawatirkan Nasib Anak Ditinggal Orangtua Meninggal Covid-19


KomnasAnak.com, JEPARA -
Komnas Perlindungan Anak (PA) meminta agar negara tidak mengabaikan anak-anak yang ditinggal orangtuanya karena meninggal akibat Covid-19.

 

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengatakan, jika negara abai maka dikhawatirkan anak-anak menjadi korban perdagangan anak, dieksploitasi hingga menjadi korban penanaman paham radikalisme.

 

“Oleh sebab itu, demi kepentingan terbaik anak diperlukan segera mencari formulasi pengasuhan alternatif bagi anak yatim piatu tersebut. Sebagai hak konstitusional anak yang diatur di pasal 34 dan pasal 28 UUD 1945, negara patut hadir untuk menjamin perlindungan hak anak dan pengasuhan hak anak. negara tidak boleh abai terhadap hak anak,” papar Arist, Minggu (8/8/2021).

 

Arist turut memaparkan data dari Badan Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (BPPA) Jatim yang menemukan lebih dari 5000 anak menjadi yatim piatu karena kedua orangtua meninggal akibat Covid-19.

 

“Angka ini sungguh fantastis dan sangat menakutkan. Belum lagi anak dalam situasi isoman karena serangan Covid-19,” ungkapnya.

 

Sedangkan di Kota Surabaya, Arist menyebut ditemukan lebih dari 300 anak menjadi yatim piatu tanpa mendapat pengasuhan yang memadai.

 

“Belum lagi kasus yang terjadi di Kutai Barat, di Surakarta Solo, Tangerang, Sulawesi Barat, Jawa Barat dan di DKI Jakarta. Belum lagi anak yang terpapar virus varian baru yang saat ini isoman di rumah,” ujar Arist.

 

Sebelumnya, Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat sebanyak 11.405 anak yang ditinggal orangtuanya meninggal karena Covid-19. Di sisi lain, jumlah anak yang positif dan meninggal menunjukkan lebih dari 350.000 anak positif dan 777 anak meninggal dunia.

Posting Komentar

0 Komentar