Kurangi Screen Time Bantu Jaga Kesehatan Mental Anak


KomnasAnak.com, JEPARA -
Melindungi kesehatan mental anak selama pandemi adalah bagian dari tugas utama orangtua dan masyarakat. Salah satu caranya dengan mengurangi waktu penggunaan gawai anak dan memberinya waktu mengeksplorasi tempat terbuka secara aman.

 

Penelitian terbaru menyebut, mengganti screen time dengan green time dapat membantu meningkatkan kesehatan mental remaja.

 

Ini merupakan salah satu hasil studi internasional terbesar yang dipimpin oleh Asad Khan, Profesor di bidang biostatistik dan epidemiologi di University of Queensland.

 

Green time atau waktu hijau berarti menghabiskan waktu di ruang terbuka hijau, seperti taman atau kebun. Di ruang terbuka ini anak bisa aktif bergerak dengan berlari, memanjat pohon, ataupun bermain pasir.

 

Penelitian ini memanfaatkan data survei lebih dari 577.000 anak berusia 11,13, dan 15 tahun dari 42 negara Eropa dan Amerika Utara yang berbeda.

 

Hasilnya, ditemukan bahwa anak laki-laki yang menghabiskan 90 menit sehari dan perempuan yang menghabiskan 60 menit sehari di depan cenderung lebih sering merasa sedih akan hidup mereka.

 

Dalam penelitian ini, layer (screen) didefinisikan dalam berbagai bentuk, mulai layer TV, ponsel, computer, dan video game. Semakin banyak screen time yang dilakukan para partisipan, semakin buruk perasaan sedih mereka.

 

Survei juga menemukan bahwa hanya 19 persen dari peserta yang melaporkan bahwa mereka aktif secara fisik setiap hari. Padahal rata-rata penggunaan screen time mereka 6 jam per hari.

 

Temuan ini membuat peneliti meyakini bahwa aktivitas fisik dan berada di luar rumah dapat meningkatkan kesejahteraan mental pada anak-anak.

 

Bahkan, gabungan antara green time dan screen time tetap jauh lebih baik dibanding tidak beraktivitas di luar sama sekali.

 

Saat mengemukakan hasil, para peneliti juga menyatakan bahwa orangtua perlu memberi contoh dan meluangkan waktu khusus di siang hari. Yaitu dengan mematikan semua layar, entah itu gawai anak ataupun orangtua.

 

Di saat itu, orangtua bisa membawa anaknya pergi ke luar rumah sebentar, seperti jalan-jalan atau bersepeda. Orangtua juga perlu menetapkan batas wajar terkait screen time anak.

Posting Komentar

0 Komentar