Tingginya Tingkat Kematian Anak akibat Covid-19 di Indonesia


KomnasAnak.com, JEPARA -
Tingkat kematian akibat Covid-19 atau case fatality rate (CFR) pada kelompok usia anak di Indonesia mencapai 0,2 persen. Data ini didasarkan pada hasil analisis Pusdatin Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 7 Agustus 2021.

 

Data tersebut menunjukkan bahwa anak usia 0-17 tahun tidak bebas dari resiko kematian akibat Covid-19.

 

Dari laman Satgas Covid-19 per Senin (9/8), CFR  pada anak dibagi dalam dua kelompok usia. Pertama, pada anak usia di bawah lima tahun (balita) dengan CFR sebesar 0,5 persen. Kemudian pada anak usia 6-18 tahun sebesar 0,5 persen.

 

Menurut data yang sama, ada 2,9 persen anak balita dan 10 persen anak usia 6-18 tahun tahun terkonfirmasi positif Covid-19.

 

Dengan jumlah kasus positif per Minggu (8/8) total sebanyak 3.666.032 kasus, maka sekitar 106.314 diantaranya adalah balita dan 531 diantaranya meninggal dunia.

 

Dari angka positif itu pula, ada sekitar 366.603 usia 6-18 tahun anak terkonfirmasi positif dan 1.833 diantaranya meninggal dunia.

 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sebelumnya turut menyoroti angka kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia yang tinggi. Menurut IDAI, 1 dari 8 kasus Covid-19 di Indonesia merupakan anak, sementara kasus meninggal pada anak sekitar 3-5 persen.

 

Data kemenkes turut menyatakan tingkat kematian akibat Covid-19 paling tinggi sepanjang 2021 berada di Provinsi Lampung dengan 7,1 persen. Diikuti Jawa Timur yakni 6,8 persen. Lalu berturut-turut diikuti Jawa Tengah 5,7 persen, Sumatera Selatan 4,4 persen, dan Aceh 4,3 persen.

 

Akan tetapi, jika data dikalkulasi dengan jumlah tingkat kematian selama pandemi sejak 2020, Jawa Timur menjadi daerah tertinggi dengan 6,8 persen. Diikuti Lamping dengan 6,6 persen, Jawa Tengah 5,4 persen, dan Sumatera Selatan 4,2 persen.

Posting Komentar

0 Komentar