Komnas PA Anggap Kasus Pencabulan Anak oleh 10 Orang di Atas Pikap di Medan Setara Terorisme


KomnasAnak.com, JEPARA -
Komnas Perlindungan Anak (PA) menyebut kasus pencabulan terhadap seorang anak oleh 10 orang tak dikenal di atas mobil pikap di Medan, Sumatera Utara, sebagai kejadian luar biasa.

 

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirat menuturkan kejahatan tersebut setara dengan kejahatan khusus layaknya terorisme dan korupsi.

 

Sumatera Utara (Sumut) khususnya Kota Medan merupakan zona darurat pelanggaran hak anak, khususnya kejahatan seksual terhadap anak.

 

Maka, menurut Arist, sudah selayaknya Kapolda Sumut segera menindaklanjuti laporan korban yang telah diserahkan kepada Polrestabes Medan.

 

“Menjadikan prioritas penanganan sebagai upaya untuk memutus rantai kejahatan seksual yang terus meningkat di Sumut khususnya di Kota Medan,” kata Arist, Rabu (2/9/2021).

 

Arist berharap kasus ini menjadi atensi pimpinan Polri agar segera diungkap dan ditangkap pelakunya.

 

“Tidak ada alasan bagi polisi untuk tidak menangkap dan menahan segera 10 pria bertopeng itu,” ucapnya.

 

Lebih lanjut, Arist mengungkapkan bahwa kasus ini harus menjadi titik balik bagi Wali Kota Medan, Bobby Nasution untuk membangun gerakan perlindungan anak berbasis keluarga dan komunitas. Sebab tidak ada toleransi terhadap kejahatan dan serangan seksual bagi anak-anak di Kota Medan.

 

“Atas peristiwa kejahatan biadab ini, Komnas PA sangat berharap Kapolda Sumut memberikan perhatian serius terhadap situasi anak di Sumut,” kata Arist.

 

Untuk mengawal kasus ini, Komnas PA membentuk tim advokasi dan litigasi untuk mengawal proses hukum secara cepat dan tepat untuk keadilan korban. Komnas PA juga akan memberikan perhatian dan pengawalan mulai dari proses pemeriksaan, penuntutan, dan vonis sesuai dengan harapan korban.

 

Komnas PA juga meminta Polrestabes Medan untuk menerapkan UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 mengenai perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

 

“Ancaman hukuman seumur hidup bahkan dapat ditambahkan dengan hukuman pemberatan berupa kebiri melalui suntik kimia,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, diberitakan seorang bocah 10 tahun dicabuli oleh 10 orang bertopeng di atas mobil pikap di kawasan Medan Amplas, Kota Medan pada Senin, 23 Agustus 2021 lalu.

 

Saat itu korban yang masih duduk di kelas 3 SD hendak pergi ke warung membeli sesuatu. Di tengaj perjalanan, dia diculik ke atas mobil pikap yang bagian belakangnya ditutupi terpal.

 

Korban lalu dibawa ke tempat sepi dan dicabuli di bawah ancaman pisau oleh pelaku.

 

Setelah dicabuli, korban lalu diantar kembali ke tempat awal diculik dan ditendang dari atas mobil pikap. Dia juga sempat disulut rokok sebelum ditendang.

 

Saat ini sang anak dalam kondisi trauma. Kasus ini pun sudah dilaporkan ke polisi melalui Polrestabes Medan.

Posting Komentar

0 Komentar