Komnas PA Desak Polda Sumatera Utara Usut Tuntas Kasus Rudapaksa Bocah di Medan Amplas


KomnasAnak.com, JEPARA -
Kasus kejahatan seksual yang menimpa bocah 10 tahun berinisial RAP di Medan belum menemui titik terang. Komnas Perlindungan Anak (PA) pun mendesak agar Polda Sumatera Utara mengusut tuntas kasus tersebut.

 

Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan, perbuatan rudapaksa yang dilakukan pelaku terhadap RAP merupakan kejahatan luar biasa.

 

“Saya sudah minta Kapoldasu untuk segera menangani perkara ini, khususnya memerintahkan kepada Kapolrestabes Medan untuk menyelesaikan peristiwa kejahatan yang luar biasa ini,” kata Arist, Jumat (17/9/2021).

 

Dia sangat menyayangkan pernyataan pihak kepolisian yang mengatakan belum memiliki petunjuk untuk mengungkap kasus tersebut.

 

“Enggak bisa dong, saya punya bukti testimoni korban, baik itu anak dan ibunya. Saya punya dokumen itu, jadi tidak ada alasan untuk tidak segera menangkap dan menahan,” ucapnya.

 

“Saya kira tidak ada alasan, karena ini kejahatan luar biasa. Oleh karena itu saya mengimbau kepada Kapoldasu untuk memerintahkan segera polrestabes Medan untuk menangkap dan menahan pelaku,” sambungnya.

 

Lebih lanjut, kesaksian korban juga bisa dijadikan petunjuk untuk mencari para pelaku yang diketahui berjumlah 10 orang. Pihak kepolisian juga bisa membuktikan kejadian melalui olah TKP.

 

“Saya kira untuk membuktikan itu Polrestabes Medan segera mungkin bisa olah TKP. Jadi tidak ada alasan,” pungkasnya.

 

Dari penuturan ibu korban, kejadian ini bermula ketika RAP diculik menggunakan mobil pickup. Dia mengalami kekerasan seksual oleh sepuluh pria bertopeng tak jauh dari rumahnya di Medan Amplas.

 

Posting Komentar

0 Komentar