Komnas PA Sebut Kasus Orangtua Jadikan Anak Tumbal Pesugihan Sadis dan Keji


KomnasAnak.com, JEPARA -
Komnas Perlindungan Anak (PA) mengecam aksi penganiayaan sadis kepada anak (AP) untuk ritual pesugihan di Gowa, Sulawesi Selatan. Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengungkapkan, perbuatan pelaku tidak bisa ditoleransi.

 

“Tidak ada toleransi terhadap tindakan sadis dan keji,” kata Arist melansir Tribunnews.com, Selasa (7/9/2021).

 

Peristiwa ini, kata Arist, adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Dirinya menilai perbuatan penganiayaan terhadap ini tidak dapat diterima akal sehat manusia.

 

Para pelaku dapat diancam masing-masing 20 tahun penjara sesuai dengan ketentuan pasal 81 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

 

“Karenanya, kelima orang pelakunya dapat diancam dengan hukuman pidana masing-masing pelaku maksimal 20 tahun penjara,” tutur Arist.

 

Sebelumnya, media digemparkan dengan peristiwa bocah 6 tahun yang menjadi korban penganiayaan oleh keluarganya sendiri di Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi.

 

Polisi kini telah mengamankan keempat pelaku penganiayaan, yaitu kakek, paman, dan kedua orangtua korban.

 

Terkait kondisi korban, dokter spesialis mata RSUD Syekh Yusuf Gowa, dr Yusuf Bachmid mengatakan bahwa korban telah melakukan operasi mata dan berjalan lancar.

 

“Terkait pembengkakan pada mata korban sudah mulai menurun. Pembengkakan awal mata kanan pada pasien ini telah menurun sehingga bisa operasi,” ungkapnya pada Senin (6/9/2021) siang.

 

Beruntung, korban mendapat donor kornea bagus. Yusuf mengungkapkan bahwa bagian putih mata bernama conjunctiva dan sklera robek 360 derajat. Melalui operasi, bagian atas mata korban masih bisa dijahit 180 derajat dan dikembalikan seperti sediakala.

 

Dia mengatakan, penglihatan AP masih terbilang aman. Namun demikian pihaknya masih akan mengevaluasinya.

 

“Jadi besok buka perban. Kita akan cek penglihatannya kalau normal tidak ada masalah berarti kita cuma recovery jaringan yang hilang,” jelasnya.

Posting Komentar

0 Komentar