Komnas PA Sebut Provinsi Banten sebagai Zona Merah Kekerasan terhadap Anak


KomnasAnak.com, JEPARA -
Komnas Perlindungan Anak (PA) menyoroti kasus kekerasan terhadap anak di Provinsi Banten. Menurut Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait, Provinsi Banten termasuk zona merah kekerasan terhadap anak.

 

Menurut data yang dihimpun Komnas PA, selama 2021 di Provinsi Banten telah tercatat sebanyak 339 kasus kejahatan seksual terhadap anak.

 

“Banten berada di peringkat ke 9 dari 34 provinsi terbesar dengan kasus kejahatan seksual terhadap anak. situasi Banten cukup mencekam, itu masuk zona merah kasus pada anak,” kata Arist saat menghadiri Pelantikan dan Pembekalan Pengurus Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kamis (16/08/2021).

 

Jumlah tersebut, kata Arist, hanya kasus yang terkonfirmasi. Banyak dari kasus kekerasan terhadap anak yang dibiarkan begitu saja.

 

“Masih banyaknya di kampung-kampung misalnya kejahatan seksual tapi itu ditoleransi saja, karena dianggap aib keluarga akhirnya berakhir damai,” tuturnya.

 

Karena itu, Arist mengimbau agar Pemerintah Provinsi Banten memberikan perhatian khusus. Pasalnya kekerasan seksual terhadap anak di Banten pun masih belum ditempatkan sebagai extraordinary crime.

 

“Padahal UU Nomor 17 Tahun 2016 itu, para penegak hukum patut menggunakan Undang-Undang itu. Tidak lagi menggunakan kitab undang-undang pidana lain karena berlaku special,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten Hendry Gunawan menyebut saat ini pihaknya sudah menangani 23 kasus.

 

“Ada 23 kasus yang sudah ditangani oleh LPA Banten, sebagian besar kasusnya hari ini kekerasan seksual paling banyak, yang kedua tentang hak asuh,” ungkap dia.

 

Hendry turut mengungkapkan bahwa banyak pelaku kekerasan adalah kerabat atau orang terdekat korban.

 

“Kebanyakan dari keluarga terdekat, biasanya jadi pelaku,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar