Komnas PA Ungkap Anak Yatim Akibat Pandemi Rentan Perkawinan Anak


KomnasAnak.com, JEPARA -
Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengungkapkan bahwa anak yatim piatu akibat pandemi rentan menjadi korban perkawinan anak.

 

“Sangat potensial anak-anak yatim piatu itu untuk mengatasinya dikawinkan atau menjadi korban perkawinan usia anak dan ini terjadi di lingkungan masyarakat kita,” kata dia dalam webinar, Kamis (2/9).

 

Dia mengatakan, sebagian masyarakat Indonesia masih menganggap perkawinan anak sebagai jalan keluar agar anak tidak lagi sebatang kara.

 

Tidak hanya itu, Arist menerangkan, ada sejumlah dampak buruk dari perkawinan anak. Selain melanggar hak anak, anak berpotensi menjadi korban perdagangan anak untuk tujuan seksual komersial dan korban perbudakan seks. Serta kemungkinan anak pindah agama dan perebutan hak asuh anak.

 

Kemudian, anak bisa menjadi korban eksploitasi ekonomi, korban kekerasan seksual, dan pelanggaran hak anak lain termasuk penelantaran anak dan putus sekolah.

 

Komnas PA mengusulkan agar pemerintah segera melakukan reunifikasi dan rehabilitasi sosial anak dengan menyiapkan keluarga alternatif.

 

Dengan mendapat keluarga alternatif, anak yang kehilangan orangtuanya diharapkan terhindar dari sejumlah dampak buruk pelanggaran hak anak. Pencarian keluarga alternatif ini juga harus berdasarkan penilaian dengan kriteria tertentu.

 

“Asesmen untuk mencari keluarga alternatif itu sangat penting,” tutup Arist.

 

 

Posting Komentar

0 Komentar