Penelitian Terbaru! Paparan Nikotin Bahayakan Pendengaran Bayi


KomnasAnak.com, JEPARA -
Penelitian dalam The Journal of Physiology menyebut bahwa paparan nikotin dalam rokok dan sesudah kelahiran bisa menyebabkan anak mengalami gangguan pendengaran.

 

Untuk pertama kalinya, penelitian ini mengungkapkan bahwa batang pendengaran (area otak yang berperan menganalisis pola suara) pada anak dapat berkembang tidak normal ketika ibu hamil terpapar nikotin sebelum dan setelah melahirkan.

 

Anak dengan gangguan fungsi batang otak pendengaran juga cenderung kesulitan belajar dan masalah perkembangan bahasa.

 

Penelitian ini melakukan pengujian pada tikus dengan menambahkan nikotin ke air minum tikus hamil hingga menyerupai tingkat nikotin darah pada perokok berat manusia.

 

Anak-anak tikus dipaparkan nikotin sebelum kelahiran dan melalui ASI sampai mereka berusia tiga minggu, yaitu usia yang setara dengan anak-anak sekolah dasar.

 

Para ilmuwan kemudian menganalisis otak tikus dengan mengukur firing properties dan kemampuan sinyal neuron kemudian dibandingkan dengan kelompok tikus hamil tanpa paparan nikotin.

 

Hasil uji coba menunjukkan, pada tikus yang terpapar nikotin, neuron yang mendapat input dari koklea (organ sensorik di telinga) jadi tidak efektif dalam mentransmisikan sinyal ke neuron batang otak pendengaran.

 

Selain itu, sinyal ini ditransmisikan dengan kurang presisi sehingga akhirnya memperburukk pengkodean pola suara. Ini jadi salah satu penyebab yang mendasari kesulitan pemrosesan pendengaran pada anak dari ibu yang menjadi perokok berat.

 

“Kami tidak tahu berapa banyak bagian lain dari sistem pendengaran yang terpengaruh oleh paparan nikotin,” kata Profesor di Freie Universitas Berlin, Jerman, sekaligus ketua peneliti Ursula Koch, mengutip klikdokter, Jumat (24/9/2021).

 

Koch menambahkan, jika ibu merokok selama kehamilan daan anak yang dilahirkannya menunjukkan kesulitan belajar di sekolah, maka mereka harus diuji terkait deficit pemrosesan pendengaran.

 

Terkait nikotin, dr. Dyah Novita Anggraini dari klikdokter mengatakan bahwa nikotin adalah senyawa kimia organic kelompok alkaloid yang terdiri dari karbon, hydrogen, nitrogen, dan oksigen.

 

“Ini adalah hormone yang dapat meringankan efek dari rasa sakit, memberi rasa tenang, dan nyaman. Selain itu, nikotin yang diserap tubuh juga akan memicu produksi dopamin. Hormone ini dapat meningkatkan konsentrasi, semangat, dan rasa percaya diri,” ujar Dyah.

 

Penelitian ini juga menyebut bahwa paparan nikotin selama kehamilan telah terbukti merusak perkembangan otak janin. Ibu yang terpapar nikotin juga memiliki peningkatan risiko kelahiran premature, penurunan berat badan lahir anak, dan peningkatan angka kematian bayi mendadak.

 

“Jelas bahwa nikotin memang berbahaya bagi siapapun. Melihat hal tersebut, pastikan aktivitas merokok dihentikan dan jauhi asap rokok demi pertumbuhan anak yang optimal,” pungkas Dyah.

Posting Komentar

0 Komentar