Komnas PA Desak Kapolres Sidoarjo Menangkap Pelaku Tindak Kekerasan pada Anak di Jabon Sidoarjo


KomnasAnak.com, Jepara -
Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait mendesak pihak kepolisian untuk menangkap dan menahan pelaku tindak kekerasan pada anak di bawah umur di Kabupaten Sidoarjo.

 

“Demi keadilan bagi korban, Komnas Perlindungan Anak mendesak Kapolres Sidoarjo untuk segera menangkap dan menahan pelaku,” terangnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/10/2021).

 

Desakan ini, kata Arist, sesuai dengan UU yang mengatur tentang hak anak mendapat perlindungan dan keadilan. Yaitu UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

 

“Undang-Undang ini juga mengatur tentang ancaman hukuman bagi siapapun yang melakukan kekerasan atau penganiayaan terhadap anak. Tak tanggung-tanggung, ancaman hukumannya lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta,” tambahnya.

 

Penganiayaan yang dimaksud disini yaitu menyebabkan perasaan tidak enak (penderitaan), rasa sakit atau luka.

 

“Contoh rasa sakit yang disebabkan cubitan, mendupak, memukul, menempeleng, dan sebagainya,” ucapnya.

 

Sikap tegas Arist ini menjawab pemberitaan terkait yang sudah 6 bulan berlalu. Alinda Widayani asal Jabon Sidoarjo selaku ibu korban belum mendapat keadilan dan perlindungan atas tindak kekerasan yang dilakukan Tamyizul Ilmu (35), mantan suaminya terhadap Bunga (9) buah hatinya.

 

Alinda menumpahkan keluh kesahnya di media sosial Facebook. Dalam unggahannya, dia mengeluhkan kinerja Polresta Sidoarjo yang belum menetapkan mantan suaminya sebagai tersangka.

 

Kekerasan yang dilakukan Tamyizul pada anaknya sendiri mengakibatkan gendang telinga korban pecah dan mengalami gegar otak ringan.

 

Kekerasan berawal ketika Bunga dengan ibunya yang sudah bercerai dengan tersangka berniat memberitahukan kabar khitannya kakak laki-laki Bunga.

 

“Kamu sudah bercerai mas, pas itu kebetulan mau ada hajat namanya juga anak ini ingin bertemu ayahnya untuk mengingatkan jika kakaknya mau khitanan,” papar Alinda.

 

Setelah sampai, Bunga malah dimarahi dan dijewer hingga gendang telinganya pecah karena mempertanyakan hal yang tidak pantas katanya.

 

Tak sampai disitu, kekerasan fisik kembali terjadi saat Bunga menunjukkan uang saku dari tamu yang kebetulan berada di rumah mantan suaminya.

 

“Ketika uang pemberian sang tamu ditunjukkan kepada ayahnya, tiba-tiba sang ayah marah dan membenturkan kepala Bunga ke lemari hingga mengalami gegar otak ringan dan trauma yang membekas sampai sekarang,” jelasnya.

Posting Komentar

0 Komentar