Prosesnya Lama, Komnas PA Sebut Kasus JE Pemilik Sekolah SPI 'Masuk Angin'


KomnasAnak.com, Nasional -
Ketua Umum Kmnas PA mengungkapkan bahwa kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oleh pemilik sekolah SPI (JE) hingga saat ini masih simpang siur.

JE ditetapkan sebagai tersangka pada 5 Agustus 2021 oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jatim. Kemudian berkas kasusnya diserahkan ke Kejati pada 17 September 2021.

Namun, berkas itu dikembalikan ke penyidik karena P-18 atau kurang lengkap. Hingga saat ini, diketahui berkas tersebut masih belum dikembalikan.

“Belum dikembalikan,” kata Kasi Penkum Kejati Jatim Fathur Rohman melansir setikcom, Sabtu (13/11/2021).

Menanggapi hal tersebut, Arist menyebut kasus kekerasan seksual ini makin simpang siur. Bahkan dia menduga kasus ini telah ‘masuk angin’ karena lamanya proses pelengkapan berkas.

“Semakin tidak jelas dan kabur, simpang siur bahkan diduga ‘masuk angin’,” ungkapnya.

Arist menambahkan, berkas yang sudah diserahkan ke Kejati Jatim seharusnya telah mendapat status hukum tetap. Dengan begitu, kejaksaan dapat segera membentuk tim jaksa penuntut umum (JPU).

“Dalam ketentuan hukum acara pidana dan UU RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), kasusnya JE sudah mendapat status hukum lengkap (P21) untuk segera dibentuk tim JPU-nya dan diserahkan kepada Kejaksaan Negeri,” jelasnya.

Dirinya mencontohkan kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh pendeta gereja di Surabaya beberapa waktu lalu. Penyidik sangat cepat memprosesnya bahkan telah menjatuhkan vonis.

“Patutlah jika masyarakat mempertanyakan dan menilai kinerja Polda dan Kejati Jawa Timur atas kasus JE. Padahal penyisik Renakta mempunyai pengalaman hukum yang sama terhadap kasus seorang pelayan di salah satu gereja di Surabaya, yang kasusnya naik ke pengadilan dan mendapat ganjaran hukum 12 tahun pidana kurungan penjara,” jelas Arist.

Posting Komentar

0 Komentar